BiPoin – Presiden Turkmenistan telah memerintahkan para ilmuwan dan pakar di negaranya untuk mencari cara memadamkan api raksasa yang membakar sebuah kawah gas alam yang sering dijuluki Gerbang Negara.
Kawah gurun yang terletak sekitar 260 kilometer sebelah utara Ibu Kota Turkmenistan, Ashgabat, itu sudah terbakar selama beberapa dekade. Tempat itu pun menjadi pemandangan populer bagi sejumlah kecil turis yang datang ke Turkmenistan, negara yang sebenarnya sulit untuk dimasuki orang luar.
Situs berita Turkmenistan, Turkmenportal melaporkan, pada 1971, kemunculan Gerbang Neraka itu berawal dari runtuhnya area pengeboran gas alam yang kemudian membentuk kawah dengan diameter sekitar 69 meter dan kedalaman 20 meter. Untuk mencegah meluasnya penyebaran gas kala itu, para ahli geologi menyalakan api, berharap gas akan habis dalam beberapa minggu. Namun, sampai hari ini, gas di sana tak kunjung habis dan api masih terus menyala tanpa henti.
Seperti dikutip dari suara.com, Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov dalam sebuah siaran televisi, Sabtu (8/1/2022) memerintahkan para pejabat dan petugas di negaranya untuk menutup kawah api Darvaza di Gurun Karakum.
Ia mengatakan keputusan itu dibuat atas dasar pertimbangan lingkungan hidup serta ekonomi. Ia juga mengatakan bahwa kawah itu mengganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya, demikian diwartakan The Guardian dan BBC.
“Kita kehilangan sumber daya alam berharga, yang sebenarnya bisa membawa keuntungan untuk kita, untuk meningkatkan kehidupan rakyat,” kata Berdymukhamedov.
Ini bukan pertama kalinya Berdymukhamedov memerintahkan Gerbang Negara itu ditutup. Pada 2010, ia pernah memerintahkan agar api di kawah itu dipadamkan, tetapi upaya itu tak membuahkan hasil.








