H2M Ikuti Rapat Terkait Program PISEW Sulawesi Utara

oleh -40 views
Anggota Komisi V, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Hi. Herson Mayulu, SIP

BiPoin – Anggota Komisi V DPR RI Hi. Herson Mayulu S.IP, Kamis (18/06/2020) kemarin, mengikuti rapat virtual sehubungan dengan pelaksanaan rapat koordinasi awal sekaligus sosialisasi tingkat Provinsi kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Wkonomi Wilayah (PISEW) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun anggaran 2020.

Rapat virtual itu diikuti oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulut bersama pejabat struktural di lingkungan Kementerian PUPR, tim Pengarah dan tim Pelaksana tingkat Provinsi dan Kabupaten, Camat-Camat serta Kepala Desa yang menerima program PISEW.

Pada kesempatan itu, Herson Mayulu atau dikenal dengan panggilan H2M menyampaikan gambaran secara umum terkait program pemerintah. Dimana program tersebut bermuara pada pemberdayaan masyarakat yang ada di pedesaan.

“Secara khusus program ini mengurangi kesenjangan antar wilayah. Dimana perkembangan antar desa yang ada di Sulawesi Utara masih terlihat jelas perbedaan menurut kriteria pembangunan,” ujar Herson.

Olehnya, tujuan ini dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintah Kabupaten, Kecamatan hingga Desa agar sinergitas positif bisa terbangun secara nyata, sehingga terjadi penguatan institusi di Desa.

Dirinya meminta agar pada pelaksanaan PISEW nanti. pihak badan kerjasama antar desa (BKAD) dapat memegang peran penting demi terlaksananya program tersebut.

Herson juga memberikan apresiasi terhadap BKAD yang sudah terbentuk di tiap-tiap kecamatan yang sudah tercatat secara sah di badan hukum.

“Dari tujuan tadi, ada transformasi ilmu dimana lembaga-lembaga desa diberi penguatan agar menjadi salah satu pilar pembangunan yang ada di desa,” ungkapnya.

Pun dalam kesempatan itu Herson meminta agar para Camat benar-benar menjamin anggaran yang ada langsung di rekening BKAD.

“Jangan ada BKAD siluman. Sebab hal semacam itu dapat menjadikan program ini tidak berjalan dengan mulus. Mereka harus benar-benar orang yang kompeten dalam menjamin terlaksananya pembangunan secara merata. Jangan sampai terjadi berbagai distorsi kepentingan pribadi,” tegas H2M.

Sebagaimana diketahui di tahun 2020 Kementerian PUPR menganggarkan sebanyak Rp 11, 2 triliun untuk digunakan dalam membangun infrastruktur yang mendukung produktifitas di masyarakat di tingkat pedesaan.

Selain program PISEW, terdapat juga Program Petani Pengguna Air (P3TGAI), BSPS, KOTAKU.
PISEW di 15 Kecamatan yang tersebar di 30 Desa dengan pembagian 2 Desa per Kecamatan.