Penemuan Mortir Diduga Peninggalan PERMESTA Gegerkan Warga Toruakat, TNI Bergerak Cepat Amankan Lokasi

oleh
oleh

BiPoin, Bolmong – Sebuah penemuan mengejutkan sekaligus berbahaya terjadi di Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (23/5/2026). Warga menemukan satu butir peluru mortir yang diduga merupakan sisa konflik PERMESTA yang pernah terjadi di wilayah Sulawesi Utara pada masa lampau.

Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Conny Kumase (57), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di RT III Desa Toruakat. Penemuan bermula pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA saat dirinya sedang membersihkan saluran air di belakang dapur rumahnya.

Di tengah lumpur dan timbunan tanah, Conny menemukan sebuah benda keras yang setelah diperiksa ternyata menyerupai peluru mortir yang telah lama tertimbun di dalam tanah.

Karena merasa takut dan khawatir akan risiko ledakan, Conny sempat membiarkan benda tersebut tetap berada di lokasi penemuan selama dua hari. Ia mengaku ragu untuk memindahkan ataupun melaporkannya karena khawatir benda tersebut masih aktif dan dapat membahayakan keselamatan warga sekitar.

Situasi berubah pada Sabtu (23/5/2026) ketika seorang anggota TNI terlihat sedang berada di kios depan rumahnya. Anggota TNI tersebut diketahui bernama Praka Mario Sarmento dari satuan Yonif TP 868/BS.

Conny kemudian memberanikan diri memanggil Praka Mario dan menceritakan penemuan tersebut. Setelah melihat kondisi benda dimaksud, Praka Mario segera mengamankan satu butir amunisi mortir tersebut untuk dibawa ke Markas Yonif TP 868/BS guna dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur keamanan militer.

Hingga saat ini, mortir tersebut telah diamankan sepenuhnya oleh pihak TNI dan rencananya akan menjalani pemeriksaan serta proses pemusnahan agar tidak membahayakan masyarakat.

Penemuan ini kembali mengingatkan bahwa sisa-sisa peninggalan konflik bersenjata masa lalu masih berpotensi ditemukan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, khususnya daerah yang pernah menjadi jalur pergerakan kelompok PERMESTA.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak atau amunisi lama, warga diminta untuk tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membongkarnya sendiri, melainkan segera melapor kepada aparat TNI atau Kepolisian terdekat demi menghindari risiko kecelakaan maupun ledakan yang tidak diinginkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.