Dai Kondang Ustadz Abdul Somad Sambangi Keluarga Haji Fian di Kotamobagu

oleh

BiPoin, Kotamobagu – Tamu istimewa ulama kondang Ustadz Abdul Somad Sambangi Kediaman Haji Fian Bersama kelurga di Kotamobagu sejak Sore Hingga malam.

Momen yang semula hanya jadi pembicaraan ringan saat ibadah umrah delapan tahun lalu, kini benar-benar terwujud di hadapannya.

Haji Fian, pengusaha yang sudah lama menetap di Bumi Totabuan, mengaku masih belum percaya saat tahu UAS akan mampir ke rumahnya di tengah padatnya agenda dakwah di Kotamobagu.

“Bagi kami ini kehormatan besar. Beliau bersedia mampir ke rumah kami. Ini akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan,” ujarnya dengan suara bergetar menahan penuh haru.

Perkenalan keduanya ternyata bukan yang pertama. Menurut penuturan Haji Fian, ia bertemu UAS saat menunaikan ibadah umrah ke Mekah pada 2018.

Di sela kebersamaan menjalankan rangkaian ibadah, obrolan ringan mengalir hingga UAS berjanji akan bersilaturahmi ke Kotamobagu jika suatu saat berkesempatan.

“Kami sempat bersama-sama saat ibadah umrah 2018. Saat ngobrol, Ustadz Abdul Somad sempat berjanji kepada saya akan silaturahmi ke kediaman saya di Kotamobagu. Alhamdulillah saat ini terwujud,” tuturnya.

 

Janji itu ditepati. Hampir tiga jam UAS berada di kediaman pribadi Haji Fian. Suasana rumah itu mendadak ramai namun tetap khidmat.

 

Turut hadir Wali Kota Kotamobagu bersama sejumlah pejabat, serta keluarga besar Haji Fian yang tak ingin melewatkan pertemuan langka tersebut.

Di ruang tamu, UAS menyempatkan diri bersilaturahmi, berbincang hangat dengan tuan rumah, dan memberikan nasihat keagamaan yang menyentuh hati. Tidak ada ceramah panjang, hanya wejangan sederhana yang disampaikan dengan lembut, namun meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga yang hadir.

“Beliau banyak mengingatkan kami tentang pentingnya menjaga silaturahmi, bersyukur atas nikmat yang Allah beri, dan terus berbuat baik kepada sesama. Nasihat itu kami simpan baik-baik,” kata Haji Fian.

Kabar kedatangan UAS ke rumah Haji Fian cepat menyebar ke tetangga. Warga sekitar yang awalnya hanya ingin melihat dari kejauhan, akhirnya ikut merasakan kebahagiaan.

Bagi mereka, ini bukan sekadar kunjungan ulama, melainkan bukti kedekatan UAS dengan masyarakat Kotamobagu di luar panggung tabligh

Amumat Islam di lingkungan rumah Haji Fian bahkan berebut ingin bersalaman, sebagai bentuk penghormatan. Nuansa kekeluargaan begitu kental, jauh dari kesan formalitas.

Setelah berpamitan, UAS kembali beristirahat ditempat yang sudah disediakan panitia. Namun jejak kunjungannya masih terasa lama di rumah Haji Fian.

Foto bersama di ruang tamu, dan cerita yang terus diulang kepada kerabat, menjadi pengingat bahwa silaturahmi yang dirajut sejak Tanah Suci, akhirnya berbuah pertemuan penuh berkah di Kotamobagu.

Bagi Haji Fian dan keluarganya, kedatangan UAS bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi juga kebahagiaan kolektif warga Kotamobagu.

Di tengah kegiatan tabligh akbar, ada satu rumah yang akan lama dikenang, karena pernah disinggahi ulama yang selama ini hanya mereka lihat di layar ponsel.