BiPoin, Boltim – Momentum pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Bolaang – Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses masa persidangan kelima tahun 2026,” pada Rabu (01/04/2026), bertempat di Desa Bulawan Satu Kecamatan Kotabunan.
Turut hadir dalam reses tersebut, dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga dari wilayah Kecamatan Kotabunan.
Suasana reses berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya pasca momentum Idulfitri.Dalam forum dialog terbuka tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi strategis.
Selain persoalan umum seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan, warga Desa Bulawan Satu secara khusus menyoroti kebutuhan mendesak akan ketersediaan air bersih serta pengadaan ambulans desa.
Warga mengungkapkan bahwa akses air bersih masih menjadi persoalan utama yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, ketiadaan ambulans dinilai menyulitkan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat, terutama dalam hal penanganan medis.
Menanggapi keluhan tersebut, Rahman Salehe menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD.
“Reses adalah kewajiban kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi terkait air bersih di Desa Bulawan Satu menjadi salah satu prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar warga Masyarakat Umumnya,” ujar Rahman.
Ia juga memberikan penjelasan terkait permintaan pengadaan ambulans desa. Menurutnya, sebelumnya telah ada rencana penganggaran untuk fasilitas tersebut, namun harus mengalami penyesuaian.
“Untuk pengadaan mobil ambulans, sebenarnya sudah pernah direncanakan. Namun anggarannya sementara kami geser untuk pembangunan Sekolah Dasar di desa ini, karena dinilai lebih mendesak dan menyangkut kebutuhan pendidikan anak-anak,” jelasnya.
Rahman menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan skala prioritas pembangunan, namun ia memastikan kebutuhan ambulans tetap menjadi perhatian untuk diupayakan ke depan.
“Meski anggarannya dialihkan, bukan berarti kebutuhan ambulans diabaikan. Ini tetap akan kami dorong agar bisa direalisasikan pada penganggaran berikutnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rahman menjelaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dirumuskan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD, sehingga program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya.








