BiPoin, Bolsel – Untuk tetap memastikan jalannya komitmen dan koordinasi seluruh stakeholder penanganan stunting di daerah, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting.
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango, Kec. Bolaang Uki, Rabu (04/24).
Hadir dalam kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Bolsel Drs. Nasri Sakamole MSi, Kepala Bappelitbangda Rikson Paputungan SPd, MPd, jajaran kordinator wilayah kecamatan PLKB, petugas gizi dan Bidan Koordinator se Kabupaten Bolsel.

Melalui arahannya, Bupati Iskandar menerangkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Bolsel berdasarkan pengukuran terkini pada Oktober 2024 adalah sebesar 2.05 % dengan jumlah 109 balita yang dikategorikan stunting dan tersebar di 42 desa lokus stunting.
“Mudah-mudahan angka ini akan menurun dan tidak bertambah. Ini harus menjadi tanggung jawab kita semua karena pencegahannya bukan hanya pada saat ibu hamil tapi perencanaan nikah pun harus seperti yang dianjurkan oleh Kementerian Agama yaitu tidak boleh pada usia dini,” ujarnya.

Dalam penanganan stunting, top eksekutif ini juga meminta agar dilakukan secara terpadu dan melibatkan koordinasi banyak pihak dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang bersih, air yang dikonsumsi harus bersih dan pembuangan limbah rumah tangga harus sesuai.
Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas PPPAKB, Suhartini Damo menjelaskan bahwa peserta kegiatan sejumlah kurang lebih 200 orang dan anggaran kegiatan bersumber dari DAK non fisik BOKB tahun 2024.

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya mengakselerasi penurunan stunting di tingkat kabupaten serta mewujudkan sinkronisasi pelaksanaan program pada perangkat daerah, perangkat desa dan pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Bolsel,” jelas dia.








