BiPoin, Bolsel – Berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (Unima) menjadi momentum penting bagi kemajuan sektor pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Utara. Kehadiran fakultas baru tersebut diharapkan mampu mencetak lebih banyak tenaga dokter berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Deddy Abdul Hamid, saat menghadiri peresmian Fakultas Kedokteran Unima di Tondano, Kabupaten Minahasa, Kamis (11/6/2026). Menurutnya, kehadiran fakultas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.
“Ini adalah kabar gembira dan harapan baru bagi seluruh masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya di Bolsel. Selama ini kita masih menghadapi tantangan dalam pemerataan tenaga dokter yang berkualitas,” ujar Wabup Deddy.
Wakil Bupati yang akrab disapa Ko’ Deddy itu menilai, hadirnya Fakultas Kedokteran Unima membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan kedokteran tanpa harus meninggalkan Sulawesi Utara. Langkah tersebut diyakini akan mendorong lahirnya lebih banyak dokter yang memahami kondisi daerah dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap para lulusan nantinya tidak hanya memilih berkarier di kota-kota besar, tetapi juga bersedia mengabdikan ilmu dan profesinya di daerah-daerah yang masih membutuhkan tenaga medis, sehingga pemerataan layanan kesehatan dapat terus ditingkatkan.
“Dengan hadirnya fakultas ini, kesempatan anak-anak daerah untuk menjadi dokter semakin terbuka. Kami berharap lulusan nantinya tidak hanya berkarier di kota-kota besar, tetapi juga bersedia mengabdi di daerah sehingga pelayanan kesehatan dapat semakin baik dan merata,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen mendukung pengembangan tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menyatakan kesiapan untuk membangun kemitraan dengan Universitas Negeri Manado. Kolaborasi tersebut direncanakan mencakup penyediaan wahana praktik bagi mahasiswa kedokteran, pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, hingga membuka peluang penempatan tenaga medis di masa mendatang.
“Kami siap menjalin kerja sama dengan Unima untuk mendukung proses pendidikan calon dokter, sekaligus membuka peluang pengabdian bagi para lulusan agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Peresmian Fakultas Kedokteran Unima turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah se-Sulawesi Utara, direktur rumah sakit, serta civitas akademika Universitas Negeri Manado.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menekankan pentingnya pelaksanaan proses penerimaan mahasiswa yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Ia juga menggarisbawahi perlunya menyiapkan tenaga dokter untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolsel yang kini telah memiliki gedung utama baru dan memerlukan dukungan sumber daya manusia kesehatan yang memadai.
Menambah optimisme, Fakultas Kedokteran Unima akan mulai menerima angkatan perdana pada Tahun Akademik 2026/2027 dengan kuota sebanyak 50 mahasiswa untuk Program Sarjana Kedokteran dan Program Pendidikan Profesi Dokter. Para mahasiswa angkatan pertama juga diproyeksikan memperoleh beasiswa penuh dari pihak universitas selama menempuh pendidikan.
Dengan hadirnya Fakultas Kedokteran Unima, diharapkan lahir lebih banyak dokter dari putra-putri Sulawesi Utara yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke daerah-daerah terpencil. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah pun menjadi fondasi penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (infotorial)








