BiPoin, Bolmong – Hari bersejarah bagi jajaran Kejaksaan di wilayah Dumoga Raya. Gedung baru Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Kotamobagu di Dumoga resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., http://M.Hum., http://M.Si., Dt. Toembidjo, Rabu (04/11/2026).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni pemotongan pita. Ia menjadi penanda babak baru bagi peningkatan kualitas pelayanan hukum di Kabupaten Bolaang Mongondow, khususnya di wilayah Dumoga yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan masyarakat dan aktivitas pemerintahan.
Sejak pagi, suasana di halaman Kantor Kacabjari Dumoga sudah terasa berbeda. Pegawai tampil rapi, masyarakat dan tamu undangan berdatangan.
Kedatangan Plt Kajati Sulut bersama rombongan disambut dengan prosesi adat Bolaang Mongondow sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Prosesi adat ini menjadi simbol penghargaan masyarakat Dumoga atas kehadiran pimpinan Kejaksaan, sekaligus wujud kearifan lokal yang tetap dijaga di tengah modernisasi institusi penegak hukum.
Sambutan hangat itu semakin bermakna ketika Plt Kajati Sulut menyempatkan diri menjadi imam shalat Zuhur berjamaah di mushola baru Kacabjari Dumoga. Momen tersebut bukan hanya menunjukkan sisi religius seorang pemimpin, tetapi juga menjadi teladan bahwa gedung baru ini dibangun bukan hanya untuk urusan administrasi, tetapi juga untuk membangun nilai spiritual dan kebersamaan.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kajari Kotamobagu Tasjrifin, S.H., M.H., Kabag TU Kejati Sulut Kusbiantoro, http://S.Sos., S.H., M.H., dan Kasi II Intelijen Alkaf, S.H., M.H. Rombongan disambut langsung oleh Kacabjari Dumoga Prima Poluakan, S.H., M.H., beserta seluruh jajaran.
Rangkaian peresmian berlangsung khidmat dan meriah. Dimulai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi beroperasinya gedung, dilanjutkan pengguntingan pita, pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur, hingga peninjauan seluruh fasilitas gedung.
Gedung baru yang dibangun dengan anggaran yang bersumber dari DIPA Kejaksaan RI Tahun Anggaran 2026 ini tampil lebih modern, representatif, dan nyaman. Ruang pelayanan, ruang kerja, hingga fasilitas penunjang lainnya dirancang untuk mendukung kinerja jaksa dan pegawai dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan humanis.
Dalam sambutannya, Ferrytass menyampaikan apresiasi atas pembangunan gedung tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kemegahan gedung bukanlah tujuan akhir. Gedung baru adalah amanah negara yang harus diiringi dengan peningkatan kinerja, integritas, dan pelayanan.
“Keberadaan kantor yang lebih representatif harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik. Profesionalisme, transparansi, integritas, serta komitmen untuk memberikan pelayanan tanpa pungutan liar merupakan prinsip yang harus senantiasa dijaga,” tegas Ferrytass.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya menilai institusi kejaksaan dari bangunannya, tetapi dari sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran Kacabjari Dumoga untuk tidak terlena dengan fasilitas baru, tetapi justru menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih produktif dan bertanggung jawab.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran merawat gedung sebagai aset negara. Kebersihan, ketertiban, dan pemeliharaan fasilitas harus menjadi budaya kerja sehari-hari, agar gedung ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk kepentingan masyarakat.
“Jadikan lingkungan kerja baru ini sebagai motivasi untuk meningkatkan produktivitas. Gedung ini adalah milik negara, milik rakyat, rawatlah dengan sebaik-baiknya,” pesan Ferrytass.
Kacabjari Dumoga, Prima Poluakan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari pimpinan Kejati Sulut dan Kejari Kotamobagu. Ia berkomitmen untuk menjadikan gedung baru ini sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan hukum kepada masyarakat Dumoga Raya.
Dengan diresmikannya gedung baru ini, Kacabjari Dumoga diharapkan semakin optimal dalam menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, responsif, transparan, dan humanis. Tidak hanya sebagai tempat penegakan hukum, tetapi juga sebagai rumah pelayanan bagi masyarakat yang mencari keadilan.
Peresmian ini juga menjadi bukti nyata komitmen Kejaksaan RI dalam memperkuat infrastruktur penegakan hukum hingga ke wilayah cabang, agar masyarakat di daerah tidak merasa jauh dari akses keadilan.








