SPBU Kosio Beri Penjelasan terkait terbatasnya Stok Pertalite

oleh
Oplus_131072

BiPoin, Bolmong – Keterlambatan kedatangan kapal tanker menyebabkan pasokan Bahan Bakar Minyak di beberapa SPBU wilayah Bolaang Mongondow Raya mengalami keterlambatan, Senin (31/8/2026).

Menurut Penanggung Jawab SPBU Kosio, Deni Manorek, saat dikonfirmasi menjelaskan, berkurangnya stok Pertalite bukan disebabkan adanya perubahan harga ataupun kebijakan baru di SPBU.

Kondisi tersebut berkaitan dengan terganggunya distribusi BBM menuju Depot Pertamina Bitung. Keterlambatan kapal tanker disebut menjadi salah satu faktor yang berdampak pada jumlah pasokan yang diterima SPBU. “Situasi penerimaan stock di SPBU yang dikurangi akibat keterlambatan kapal tengker masuk depot (Pertamina) Bitung dikarenakan musim angin/gelombang. Dan berlaku di semua SPBU se-Sulut,” ujar Deni.

Menurut Deni, pengurangan penerimaan Pertalite tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga hari. Akibatnya, stok di SPBU Kosio menjadi lebih cepat menipis dibandingkan hari-hari normal.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite tetap tinggi. Kondisi inilah yang kemudian memicu antrean kendaraan di SPBU.

Deni juga menegaskan bahwa keterbatasan stok tidak terjadi pada seluruh jenis BBM yang tersedia di SPBU Kosio. Untuk BBM jenis Solar, menurut dia, pasokan masih dalam kondisi aman. “Untuk solar aman pasokannya,” kata Deni.

Ia juga meminta masyarakat tidak panik menyikapi kondisi Pertalite yang terbatas. Pembelian secara berlebihan karena kekhawatiran kehabisan stok dinilai justru dapat mempercepat habisnya persediaan. “Jangan panik, masyarakat,” ujarnya.

Deni mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihak SPBU, kondisi pasokan diharapkan kembali membaik pada awal September. “Awal September ini, pasti pasokan BBM akan kembali stabil,” tutupnya.