Ini Pesan Wali Kota di Serah Terima Jabatan Ketua DWP Kotamobagu Periode 2026 – 2031

oleh
Oplus_131072

BiPoin, Kotamobagu – Pemkot Kota Kotamobagu secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kotamobagu periode 2026–2031 pada Kamis (6/8/2026) siang.

Agenda yang digelar di aula kantor walikota ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan perangkat daerah, pejabat tinggi pratama, jajaran Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Tessa Josephine Mokoginta Sompi, S.E., M.M. dilantik sebagai Ketua DWP Kota Kotamobagu yang baru, menggantikan kepengurusan periode sebelumnya.

Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus amanah besar kepada kepengurusan baru. Ia berharap di bawah kepemimpinan Ny. Tessa, DWP tumbuh menjadi organisasi yang solid, inovatif, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga aparatur, hingga masyarakat luas.

“Semoga amanah ini dijalankan dengan dedikasi, tanggung jawab tinggi, dan semangat pengabdian. DWP bukan hanya wadah silaturahmi, tapi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga aparatur, memberdayakan perempuan, dan menanamkan nilai kebersamaan serta kepedulian sosial,” tegas Walikota.

Pesan paling menonjol dari Walikota ditujukan langsung kepada seluruh anggota DWP: tingkatkan keaktifan dalam setiap kegiatan organisasi, dan dorong suami para aparatur untuk selalu disiplin serta aktif bekerja.

Wali kota bahkan menyampaikan pesan serius itu dengan gaya bicara yang akrab dan sedikit bercanda, sehingga mudah diterima oleh seluruh hadirin. Ia mengakui masih banyak istri pejabat dan ASN di lingkungan Pemkot Kotamobagu yang wajahnya belum ia kenal, karena minimnya kehadiran dalam kegiatan bersama.

“Terus terang, masih banyak ibu-ibu di sini yang wajahnya belum saya kenal. Bahkan Bapak Sekda pun sering tidak tahu. Ini bukan cuma soal kenal-mengenal, tapi soal bagaimana saya bisa menjaga dan membentengi seluruh pejabat daerah, jika saya tidak mengenal keluarga mereka sendiri,” ungkapnya disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut Walikota menegaskan, keaktifan ibu-ibu DWP akan berdampak langsung pada kinerja pemerintahan. Menurut pengamatannya, jika istri aktif dalam organisasi, hampir bisa dipastikan suami akan ikut disiplin dan hadir dalam setiap kegiatan wajib pemerintahan.

“Saya titip pesan: kalau ada anggota yang kurang aktif, sampaikan saja ke Sekda. Nanti saya panggil suaminya langsung. Yakinlah, kalau ibu-ibunya yang mengingatkan pagi-pagi sebelum berangkat kerja, roda pemerintahan kita pasti berjalan lebih cepat, tertib, dan solid. Ibu-ibu DWP inilah motor penggerak saya untuk menggerakkan seluruh aparatur,” tambahnya.

Selain soal keaktifan anggota, Walikota juga menekankan sinergi wajib antara Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu. Dua organisasi perempuan terbesar di daerah ini dinilai memiliki peran sentral yang tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

Wali kota mengakui memang ada sedikit perbedaan ruang lingkup tugas dan kewenangan antara kedua organisasi. Namun demikian, tujuan akhirnya tetap sama persis: membangun keluarga berkualitas, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kota Kotamobagu.

“Walaupun tugasnya sedikit berbeda, fungsinya sama-sama untuk masyarakat. Keduanya harus saling mendukung, melengkapi, dan menguatkan, tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Sinergi inilah yang akan mempercepat kemajuan daerah kita,” tutupnya.

Turut Hadir dalam acara tersebut antara lain, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Bapak Haji Sofyan Mokoginta, S.H., M.E.,Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Nyonya Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev. Wakil Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Nyonya Resty Ava Mangkat Somba, S.Sos., M.H., Seluruh kepala OPD, camat, asisten, staf ahli, dan staf khusus wali kota.